Postingan

Jendela #3

Jendela di depanku memberi pemandangan yang sudah kulihat sejak 18 tahun lalu. Pagar yang sekarang berwarna merah, di bawahnya ada Bunga Desember yang merekah hanya tiap Desember tiba. Pohon mangga yang tidak pernah berbuah, ranting-ranting pohon anggur yang tak lagi dirawat, bunga-bunga anggrek ibu yang dibiarkan terbengkalai. Pohon cabai dan daun pandan yang siap dipetik kala dibutuhkan. Juga kucing-kucing liar yang gemar mengeong meminta makan. Klakson mobil tetangga kerap terdengar disertai lolongan anjing mereka yang senang pemiliknya datang. Tangisan bayi tetangga dan gelak tawanya yang kadang menghibur saat pikiran terasa penat. Kamu tau,irasional? Aku terus menulis tentangmu. Bahkan dengan kalimat-kalimat yang jelas tidak ada sangkut pautnya denganmu, tetap kamu yang tertera jelas di otakku.

Yuhuuu

Selamat pagi:) sooooooo this is the first post on 2017 and i'm feeling so excited for this year. I'm no longer afraid of what will meet me and challenge me in the future. Karena ya memang kamu nggak usah lah khawatir atau takut, nanti ya nanti. Masalah nanti bakal kayak gimana pasti udah disiapkan jalannya. Sekarang jangan pernah mikir buat menyelesaikan masalah nanti, karena we only have strength to confront our problems only at that time. Sekarang ya kita nggak akan bisa menghadapi masalah nanti karena memang belum waktunya. You got that, right? Jadiiii di tahun yang baru ini, mari kita mulai dengan senyum tawa dan harapan semoga selalu bisa senyum dan tertawa sepanjang 2017! Just think happily and live happily. Buang semua negative thought and over thinking! Just do what you wanna do if that makes you always happy! Have a very happy new year, fellas!

Jendela #2

Jendela di sampingku menunjukkan pemandangan yang berganti-ganti tiap menitnya. Baru saja tadi terlihat sawah yang luas hijau dengan para petaninya yang sedang mengemasi rantang makanannya bersiap untuk pulang. Kemudian berganti dengan rumah-rumah yang saling berhimpit dengan anak kecil yang bermain bola di depan pintunya. Lalu sekarang jalanan luas dan panjang yang sepi oleh kendaraan dengan langit yang beranjak senja. Indah sekali semburat oranye, merah dan bahkan ungu yang saling menyela. Tujuku kali ini adalah mencari suasana baru untuk tidak membiarkan rasa itu tumbuh lagi,irasional. Namun apa yang kudapat? Kembali berebut masuk seperti angin yang kurasa dari pendingin dalam kereta ini. Tujuku kali ini adalah mendinginkan otakku agar tak terus menerus memikirkanmu,irasional. Tapi apa yang terjadi? Semakin penuh isi kepalaku olehmu. Ternyata memang benar, sesulit ini berhenti merasakan adamu.

Jendela

Jendela di depanku menunjukkan pemandangan yang paling kusukai. Perkotaan di bawah sana, jembatan padat dan kendaraan ramai berlalu lalang. Jauh di sana terbentuk siluet gunung yang mengelilingi kota ini. Di atas tergntung awan-awan putih yang saling menyatu menutupi langit biru cerah pagi ini. Aku kembali menulis, menumpahkan kenangan manis dan ingatan miris. Berbekal kertas dan bolpoin ungu, kembali kutuliskan kamu. Yang jelas-jelas kembali mencuri hati walaupun berusaha kuhindari. Yang kutahu menarik perhatian, walaupun kenyataannya tidak demikian. Yang memenuhi semua mimpi, walaupun tidak mungkin aku miliki. Terimakasih, irasional. Telah kembali menjadi kemungkinan yang selalu aku beri semoga.

Bawel malam-malam.

Selamat malam:) jadi akhirnya bisa buka blog ini, setelah lupa password dan tau-tau ke log out. Cukup panik. Tapi nggak papa, akhirnya inget password.  . So, postingan malam ini didukung sama bek yang lagi mikirin hal yang sama kayak aku. Why we as a adolesence atau young adult kalo di the sims, selalu mikir gimana tanggepan orang lain tentang kita. Kita selalu takut, orang lain bakal keganggu nggak ya sama kita? Orang lain bakal mikir apa ya soal kelakuan kita? Orang lain bakal 'ngerasani' kita nggak ya? Yang padahal pikiran-pikiran kayak gini cuma bakal bikin kita susah. Bahkan orang yang kita pikir bakal ngomongin kita yang jelek-jelek aja nggak peduli dan tetep hidup dengan senang hati. Malah kita yang terus-terusan kepikiran dan bikin kita nggak fokus, bikin kita drop dan lain sebagainya. Dan buat aku, ini ketakutan aku nomor satu. Aku selalu takut orang bakal mikir yang jelek-jelek, dan kalau emang mikirnya jelek, aku pasti kepikiran sampai aku sendiri lupa caranya mikir ...

Aku suka.

Mengingat kamu. Sama rasanya dengan terduduk bosan menunggu balasan. Sama rasanya dengan menghela nafas kebingungan menghadapi tugas. Namun juga sama rasanya dengan tersenyum gemas bermain kucing di depan rumah. Sama juga rasanya dengan tertawa terbahak oleh lawakan tidak lucu temanmu Diingat kamu. Sama rasanya dengan makan eskrim di siang bolong. Sama rasanya dengan bertemu kawan lama di tengah keramaian pusat perbelanjaan. Namun rasanya sama seperti tidak bisa tidur padahal harus bangun lebih awal. Sama juga dengan mati lampu di malam hari penuh tugas menumpuk. Meningat kamu dan diingat kamu, aku suka.

Bodo amat, ah.

Selamat malam:) feeling sooooo emotional malam ini, mungkin karena pms juga. Tapi kayak yang tiba-tiba mikir cepet banget ya, tau-tau udah kuliah aja. Dulu pas masih sekolah rasanya pengen cepet-cepet kuliah, biar bebas pake baju apa, biar bener-bener bisa belajar apa yang kita mau, biar ngerasain gimana kuliahan. Tapi sekarang baru kerasa, enakan sekolah, asli. Ahahahah. Apa ya belum kebiasaan aja kali, ya? Tapi gimana ya, kayak di kuliahan ini bener-bener harus bisa sendiri. Kayak harus punya pendirian sendiri. Jadi buat kalian yang mikir puingin cepet-cepet kuliah, sabar dulu. Enakin dulu sekolah, enakin dulu tryout-tryout, pelajaran sma, enakin dulu. Soalnya di kuliahan gaada lagi yang bakal kasih tau dan ngajarin kayak waktu sekolah. Dan masalah pergaulannya, ya. Kayak u have to know mana yang baik buat dirimu sendiri. Kesannya kayak pilih-pilih temen. Tapi, ya, emang gitu. Kalo menurut perasaanku, seh, gitu. Okelah bodo amat, pokoknya belajar cepet lulus gitu aja udah ahahah. Ohy...