Dandelion bilang, kamu harus buat dia menyesal. Buat dia sadar that you're always there. Buat dia ingat perjuangannya dulu berhasil. Buat dia memintamu kembali
Selamat pagi! It's been, I don't know 4-5 months since my last post. Sudah melewati banyak hal, salah satunya..... my birthday! I am twenty five y.o now, ternyata begini ya rasanya hahaha kayak gak kerasa apa-apa sih, cuma yah doa-doa dari orang yang mengucapkan selamat ulang tahun kurang lebih berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Sekarang lebih ke "dimudahkan dan diberi kekuatan menghadapi kehidupan di umur segini" and i'm pretty agree. Hidup ga akan lebih mudah ketika sudah menginjak umur segini, lebih banyak tanggung jawab dan rencana-rencana besar juga harus tetap menyeimbangkan inner peace. Salah satu perubahan besar yang aku sadar dengan jelas adalah, anytime seseorang say or do something yang menyakitkan untuk diri kita, there must be a reason why they do that. Dulu, aku selalu sebel setiap cerita tentang kayak gitu, Renzo selalu kasih alasan "mungkin dia gitu.... mungkin dia gini...." kayak kenapa sih harus ada excuse, ya kalo nyebelin nyebelin a...
From thousand, I choose one From many other, I choose one To all happy things, I choose one To all bad things, I choose one To everything I can choose, the answer is you #Because i never write you a poem #1 Untuk setiap bunyi sendok yang beradu, untuk setiap harum makanan yang berseru, Tidak akan ditukar dengan apapun yang baru, asalkan ada-mu. #Because i never write you a poem #2 Hujan sore ini tidak pernah terasa begitu indah. Apa indahnya? Percikan air dan lumpur dari tanah, tetes air hujan yang terasa sakit di kulit, belum petir menyambar-nyambar yang terkadang kilatnya mengejutkan sepasang kucing. Tapi sore ini indah. Dinginnya, suara deru motormu, berisik jas hujan kuning sepuluh ribuan yang kamu belikan untukku, juga obrolan sore itu di jalan menuju pulang. Aku sudah lupa obrolan apa, topik apa, dan apa responmu, tapi aku tidak pernah lupa rasa tenang yang ada padaku sepulang bertemu denganmu. #Because i never write you a poem #3 Karena tanpamu satu minggu, aku b...
Kurasa kita hanya dipertemukan di simpangan yang sama, untuk berpisah di jalan selanjutnya. Aku tidak yakin, apakah ada simpangan lain yang akan membawa kita pada pertemuan yang baru. Bisa dibilang kemarin itu hanya kebetulan, sama-sama tak berteman juga tak bertuan. Lalu apa salahnya aku memilihmu untuk tempat bersandar sementara waktu. Memang hanya kamu waktu itu yang dapat membuatku tertawa sampai lupa sama sekali dengan masalahku di perkotaan sana. Waktu itu aku tahu persis bagaimana kamu sangat membutuhkan seorang untuk berkeluh kesah dan bersumpah serapah. Dan, ya. Akulah tuju mu untuk setiap cerita dan apapun yang kamu rasakan. Tapi apa kamu tahu? Apa kamu tahu sekarang semuanya sudah hilang. Semuanya. Bahkan hanya mengingat hari lahirku saja kamu tak mau repot-repot melakukan.
Komentar
Posting Komentar