Postingan

Yihaaaa

Selamat malam:) selamat tahun baruuuuuuuuu!!! Iya, masih beberapa jam lagi. Bodo amat deh, sebelum ketiduran ahahah. Jadi sepanjang 2015, sudah belajar kalo orang itu macem-macem sifatnya, harus bisa mengontrol diri kalo ketemu orang yang bertolak belakang sama kita. Sudah diajarin mana yang baik mana yang buruk buat diri sendiri. Sudah harus bisa ngatur diri sendiri dan lain sebagainya banyak, lah. Pokoknya ya yang jelas pasti sama kayak semua orang, pengennya 2016 lebih baik. Pokok yang penting bisa masuk ptn yang diinginkan bisa lulus lolos satu angkatan! Aamiin, ayo, aamiin semua! Terus yaa seperti di post di bawah-bawah, di 2016 ini waktunya nerima apapun yang terjadi wes, mau baik mau (naudzubillah) buruk, yang penting gimana cara kita menyikapi nya. Yang paling penting ya harus bisa selalu positif dan jauh-jauh dari hal-hal negatif karena bisa bikin diri kita sendiri rugi. Jadi happy new year, keep positive and be happy!!!!

Just scroll down, now.

Selamat malam:) jadi, seperti janji saya kemarin, hari ini aku pengen cerita tentang seseorang yang pernah mendekat tapi nggak kesampaian untuk didapat. Sorry for membuang bahasa karanganku dulu ya. Btw semua orang-orang ini sudah pernah dikarang di post yang bawah-bawah, jadi tebak-tebak yaa yang mana:p . . . . Pertama. I would like to say thank you, for this man. Jadi dia ini emang tipikal cowok yang bermulut manis, dan tebar janji sana sini. Tipikal yang kalo chat lagi apa udah makan blabla. The thing is, datengnya dia itu tepat. Beberapa bulan habis putus, lagi buaper-bapernya, eh ada dia dateng. Yaudah, ladenin aja dulu, eh lama-lama kesengsem. Yah gimana lagi, temen sekelas juga, ketemu tiap hari. Jadi ceritanya, sampek sekarang masih jadi temen curhat yang nggak awkward sama sekali walaupun pernah deket.  . Kedua. I would like to say sorry, for this man. Jadi, dia ini tipikal cowok cuek tapi diem-diem care. Dia udah kenal sama papa aswin mama nuri. Bahkan mama nuri sueneng k...
Hello! Well yeah, 2016 is only 3 days away. Remember last December was quite hard for me, wait, that December which i talk about December Eyes is 1 year ago or 2 years ago? Ah, nggak tau sudah. Yang pasti, sekarang nggak mau sedih-sedih lagi, ah. Capek, tahun terakhir di SMA nggak mungkin, kan, masih sedih-sedih aja. This just high school drama, and what waiting for me is the real drama. Yah, do'akan saja semuanya lancar. Masuk kuliahnya, kehidupan kuliahnya, hatinya nggak berantakan lagi, otaknya nggak berantakan juga. Sekarang, sih, yang penting bukan apa yang terjadi sama kita, tapi gimana cara kita menghadapi apapun yang terjadi sama kita. And that's our decision to keep it positive or negative. Terkesan menggurui, memang, tapi nggak papalah. I let u learn from my life. Okelah, cuma mau bilang gitu aja sih, karena sekarang nggak mau minta yg muluk-muluk di tahun baru, karena, ya kadang realita yang nggak sesuai ekspektasi itu sakit. So, i'm gonna stop right here, yahh b...

Berjanjilah padaku, cantik

Kotamu bukan kotaku. Kotamu yang kuimpikan sejak dulu. Kotamu kota favoritku di negri hijau ini. Kotamu tempat beribu cerita. Sudah cukup berkecamuk di fikiran sesaat setelah kotamu disebut. Ditambah lagi kamu. Semakin kusut benang dalam hatiku. Kedatanganmu 4 bulan lalu ke kotaku bukanlah hal menarik yang langsung menyita perhatianku. Bahkan aku sama sekali tidak peduli. Hanya orang asing yang baru singgah. Menambah jumlah pemilik kelas sebelah. Sudah sifatku tak peduli pada kakak atau adik kelasku, tapi tidak denganmu. Sebelumnya, sungguh aku tidak pernah berfikir untuk sedikit pun mendapat perhatian darimu. Ditambah wanita mu yang tak segan-segan memandangku dengan tatapan paling tidak enaknya. Padahal dia tahu jelas, umurku yang setahun di atasnya. Bukannya ingin dihormati, tapi sopan santun itu ada, cantik. Lagipula bukan salahku jika akhirnya dia menghubungiku lebih dahulu. Aku hanya menjawab seadanya karena aku tahu dia milikmu, cantik. Tapi dia, tampaknya ingin mengenalku lebih...

Filosofi Mawar

Seperti mawar. Kelopak merah dengan aroma yang semerbak mewangi. Tapi sebelum menciumnya, lalui dulu duri-duri tajam di tangkainya. Begitu juga dengan kamu. Orang-orang di luar sana hanya tahu durimu, mereka tak tahu akan pedulimu. Orang-orang itu hanya memgerti burukmu, mengabaikan baikmu. Seperti mawar. Dia yang memperhatikan aroma akan mendapat bahagia, dia yang acuh pada duri akan merugi. Memang terkadang, durinya tumbuh semakin tajam dan melukai semua orang. Tapi aku tahu, tajamnya durimu semata untuk melindungi kamu, perempuan yang paling kamu cintai dan laki-laki tampan yang kamu antar jemput setiap hari. Aku tahu kamu, masa lalumu. Dan aku percaya, suatu saat nanti, wangi itu kembali menyeruak dan menghangatkan tiap-tiap yang keluar dari hati dan jiwaku.

Menulis.

Menulis. Termasuk to do list di waktu-waktu lagi sumpek. Iya, aku orangnya sering sekali sumpek. Bukan karena banyak masalah, tapi karena i think too much untuk sebuah masalah. Tapi nggak papa, i have my own mood booster. Cukup otak, sama notes di handphone. Habis sudah, mau kembali ke masa lalu, mau membayangkan masa depan, mau mengarang hidup yang selama ini di idam-idamkan, atau mau membahas habis sesuatu, lebih tepatnya seseorang, yang sedang ada di pikiran. Semuanya keluar. Tapi menyenangkan, it feels like apa yang nyandet itu bisa keluar jadi lega gitu. Dan buat aku, menulis itu sama aja kayak kamu cerita tentang apa yang kamu rasain, tapi tersirat. Beda sama curhat. Kalo curhat kan kamu langsung cerita, kalo ini lebih asik, soalnya kamu bisa bikin orang penasaran. Kamu bisa bikin orang nebak-nebak. Kamu juga bisa nantang dirimu sendiri buat cari kata-kata paling tepat. Dan buat aku, itu obat paling menyenangkan kalo lagi sakit. I mean "sakit" . Akhir-akhir ini nemu quo...

Udah kelas 12.....

Selamat sore:) udah masuk sekolah lagi, udah fix kelas 12, tapi belum mulai stres-stresnya. Yaiyalah. Orang di kelas cuma guyon, main uno, nggosip, cerita-cerita. Belum. Aku tahu, ini belum mulai kelas 12 nya. Tapi thank for boosted my morning yang awalnya males-malesan jalan ke kelas (yg diungsikan ke kelas aksel, soalnya kelasku sendiri dipake panitia mos) jadi semangat jalan ke kelas sambil senyum-senyum sendiri hihihi. Ah apasih menye-menye ya? Bodo amat. Jadi, sudah tahun terakhir di SMA, ya? Well i'm not into obrolan kuliah dulu, deh. Soalnya ya......... Belum mau aja. Biasanya, nih, tahun terakhir itu waktunya kembali suka-suka an kembali pacar-pacaran hihi. Dari dulu SD gitu sih, kelas 6 baru suka-sukaan nembak-nembak an (yang kalo dulu pas SD sih nganggepnya "hidih apaan sih") terus pas SMP tahun terakhir harusnya belajar eh malah pacaran di gazebo tiap hari. Yahh entahlah kok bisa gitu. Gak berharap apa-apa sih di tahun terakhir SMA ini, cuma ya.........ya kalo ...