Postingan

Surat (tidak romantis) cinta

Teruntuk, seorang laki-laki yang telah menetap di pikiran. Padamu hatiku kembali jatuh untuk yang kesekian. Padamu otakku kembali penuh dengan impian.  Pertama kali berjumpa dengan kamu, saya nggak pernah berfikir untuk kemudian jatuh hati pada kamu. Seorang laki-laki yang baru saja saya kenal, nggak pernah langsung berupaya mendapatkan saya. Tidak dengan kamu. Saya kira hanya kebetulan pada waktu itu kamu datang dan membuat hari-hari saya sedikit menyenangkan. Nggak sedikit sebenarnya, banyak sekali. Saya yang tipikal nggak suka dengan laki-laki seperti kamu, rayuan manis dan hal-hal seperti itu, pada akhirnya jatuh juga. Mungkin hanya perkara waktu. Kamu datang tepat di saat saya baru saja patah hati. Dan kamu bisa dengan mudahnya memperbaiki retak di sana-sini. Itulah sebab saya mulai jatuh hati pada kamu. Padahal semua orang sudah melarang, bahkan menjelekkan kamu. Katanya saya bodoh, berani jatuh pada kamu yang suka sekali bermain. Mungkin itu alasan saya untuk kemudian menjag...

Bodoh

Ditemani rerintik hujan yang jatuh tepat di atas atap rumah. Juga secangkir teh susu hangat yang masih belum diaduk. Mengapa akhirnya kamu lagi? Setelah berjalan berbulan-bulan mencari akhir bahagia yang lain, tetap saja aku percaya bahagiaku ada padamu. Setelah berjuang mati-matian lalu menyerah, tetap saja kepadamu lah aku kembali pasrah. Setelah bergelut dengan segala pinta, tetap saja untukmulah segala harap. Sebut saja aku bodoh. Berani menaruh hati pada seseorang yang jelas suka melempar-lempar hati.  Sebut saja aku ceroboh. Menitipkan rasa pada seorang yang mudah merobohkan segala semoga.  Tapi aku tidak peduli. Sepertinya sudah terlalu lama diaduk teh susu ini. Sudah menjadi rasa baru yang kurasa lebih mudah dinikmati.
Selamat malam:) thanks God for 5 days out from school life, karena ujian praktek yang selesai duluan jadi bisa dapet hari-hari nganggur deh. Sebenernya bapak udah ngajakin kemana mana tapi kayaknya batal gara-gara hujan dari pagi-sore. So, i think im gonna stay at home with my notes and writing some new karangan about the boy who flying on my mind right now. Kenapa sih, ya, emang witing tresno jalaran saka kulino. Kalo tiap hati ketemu tiap hari ngobrol, guyon, segala macem ya akhirnya bakal kayak gini lagi. Well, ntar aja baca karangan yg besok/lusa tak post ya hehe. Sekarang.....we're gonna talk about.....jadi habis ini udah selesai upraknya, terus tryout tryout terus ujian sekolah terus udah UN dah. Hmm hmm siap nggak siap emang harus dihadepin ya. So, doakan aisyah supaya semuanya lancar jaya bismillah. Yaudah bye ya

Yihaaaa

Selamat malam:) selamat tahun baruuuuuuuuu!!! Iya, masih beberapa jam lagi. Bodo amat deh, sebelum ketiduran ahahah. Jadi sepanjang 2015, sudah belajar kalo orang itu macem-macem sifatnya, harus bisa mengontrol diri kalo ketemu orang yang bertolak belakang sama kita. Sudah diajarin mana yang baik mana yang buruk buat diri sendiri. Sudah harus bisa ngatur diri sendiri dan lain sebagainya banyak, lah. Pokoknya ya yang jelas pasti sama kayak semua orang, pengennya 2016 lebih baik. Pokok yang penting bisa masuk ptn yang diinginkan bisa lulus lolos satu angkatan! Aamiin, ayo, aamiin semua! Terus yaa seperti di post di bawah-bawah, di 2016 ini waktunya nerima apapun yang terjadi wes, mau baik mau (naudzubillah) buruk, yang penting gimana cara kita menyikapi nya. Yang paling penting ya harus bisa selalu positif dan jauh-jauh dari hal-hal negatif karena bisa bikin diri kita sendiri rugi. Jadi happy new year, keep positive and be happy!!!!

Just scroll down, now.

Selamat malam:) jadi, seperti janji saya kemarin, hari ini aku pengen cerita tentang seseorang yang pernah mendekat tapi nggak kesampaian untuk didapat. Sorry for membuang bahasa karanganku dulu ya. Btw semua orang-orang ini sudah pernah dikarang di post yang bawah-bawah, jadi tebak-tebak yaa yang mana:p . . . . Pertama. I would like to say thank you, for this man. Jadi dia ini emang tipikal cowok yang bermulut manis, dan tebar janji sana sini. Tipikal yang kalo chat lagi apa udah makan blabla. The thing is, datengnya dia itu tepat. Beberapa bulan habis putus, lagi buaper-bapernya, eh ada dia dateng. Yaudah, ladenin aja dulu, eh lama-lama kesengsem. Yah gimana lagi, temen sekelas juga, ketemu tiap hari. Jadi ceritanya, sampek sekarang masih jadi temen curhat yang nggak awkward sama sekali walaupun pernah deket.  . Kedua. I would like to say sorry, for this man. Jadi, dia ini tipikal cowok cuek tapi diem-diem care. Dia udah kenal sama papa aswin mama nuri. Bahkan mama nuri sueneng k...
Hello! Well yeah, 2016 is only 3 days away. Remember last December was quite hard for me, wait, that December which i talk about December Eyes is 1 year ago or 2 years ago? Ah, nggak tau sudah. Yang pasti, sekarang nggak mau sedih-sedih lagi, ah. Capek, tahun terakhir di SMA nggak mungkin, kan, masih sedih-sedih aja. This just high school drama, and what waiting for me is the real drama. Yah, do'akan saja semuanya lancar. Masuk kuliahnya, kehidupan kuliahnya, hatinya nggak berantakan lagi, otaknya nggak berantakan juga. Sekarang, sih, yang penting bukan apa yang terjadi sama kita, tapi gimana cara kita menghadapi apapun yang terjadi sama kita. And that's our decision to keep it positive or negative. Terkesan menggurui, memang, tapi nggak papalah. I let u learn from my life. Okelah, cuma mau bilang gitu aja sih, karena sekarang nggak mau minta yg muluk-muluk di tahun baru, karena, ya kadang realita yang nggak sesuai ekspektasi itu sakit. So, i'm gonna stop right here, yahh b...

Berjanjilah padaku, cantik

Kotamu bukan kotaku. Kotamu yang kuimpikan sejak dulu. Kotamu kota favoritku di negri hijau ini. Kotamu tempat beribu cerita. Sudah cukup berkecamuk di fikiran sesaat setelah kotamu disebut. Ditambah lagi kamu. Semakin kusut benang dalam hatiku. Kedatanganmu 4 bulan lalu ke kotaku bukanlah hal menarik yang langsung menyita perhatianku. Bahkan aku sama sekali tidak peduli. Hanya orang asing yang baru singgah. Menambah jumlah pemilik kelas sebelah. Sudah sifatku tak peduli pada kakak atau adik kelasku, tapi tidak denganmu. Sebelumnya, sungguh aku tidak pernah berfikir untuk sedikit pun mendapat perhatian darimu. Ditambah wanita mu yang tak segan-segan memandangku dengan tatapan paling tidak enaknya. Padahal dia tahu jelas, umurku yang setahun di atasnya. Bukannya ingin dihormati, tapi sopan santun itu ada, cantik. Lagipula bukan salahku jika akhirnya dia menghubungiku lebih dahulu. Aku hanya menjawab seadanya karena aku tahu dia milikmu, cantik. Tapi dia, tampaknya ingin mengenalku lebih...