Postingan

Permagangan dan Tetek Bengeknya

Selamat pagi:) sedang pagi-pagi kalem di rumah. Iya di rumah, sudah kembali ke kota yang bisa dipanggil rumah bagiku, Malang. Baru hari Minggu kemarin sampe di Malang lewat jalur darat, bermobil Jakarta-Malang, lumayan juga ternyata. Anyway kemarin-kemarin itu aku bikin tulisan di laptop ini, tapi kok ilang yaaaaaa mohon maaf, nih, lupa banget nyimpen di mana. Tapi harusnya ya kesimpen di sini-sini aja kan yak.....yasyudahlah kita tulis ulang saja. Tapi aku forget juga apa yang perlu kutulis ya.... Kita cerita dari mana ya perkara permagangan dulu kali, ya? Oke let's start . Sepertinya it's a normal thing ya untuk terlibat dalam drama-drama permagangan, dan begitu juga saya. Dari awal sudah target ke Garuda Indonesia, walaupun sempat coba ke kantor Garuda yang di Surabaya tapi ternyata mereka hanya nerima satu bulan magang, sedangkan target kami 2 bulan. Akhirnya daripada pindah-pindah kantor, harus ngurus di 2 kantor yang sepertinya administrasi blablablanya akan ruwet, yasu...

Postingan Menyangkut Tutorial Menjadi Anak Rantau

Selamat malam:) malam ini aku sedang di Cafe Bene, di Bintaro. Haaaaah Bintaro, jauh amat. And yes, sudah sebulan lebih dua minggu aku di Jakarta, teman-temanku yang masih membaca blog ini. Sejak kemarin, mbakku datang untuk liputan nonton konser, jadinya aku menemani tapi ngga punya tiket jadinya nunggu di mall, setelah muter-muter ga nemu tempat yang enak untuk buka laptop, Starbucks ramenya masyaAllah udah kutungguin 3 kali bolak-balik masih serame itu jadi yasudah bye. Kemudian sempet sejam di food court ngadep parkiran mall, relaxing my mind dengan melihat-lihat mobil parkir di bawah. Terus muter lagi, nemu Cafe Bene buka laptop ngerjain laporan yang ternyata beres setengah jam, bingung ngapain, terus yaudah posting saja kita. Hmm cerita apaya kita, dapet sebulan di Jakarta nih. Hmmm apa ya, mau cerita magang niatnya nanti aja di posting yang lain setelah udah selesai semua. . Yasudah kita cerita bagaimana rasanya hidup di Jakarta sebulan ini aja ya. Aku datang tanggal 26 Agustu...
Malam sudah gelap gulita saat aku sampai rumah hari ini. Semua sudah berada di tempat hangatnya masing-masing, kucingku pun. Energi sudah habis, terlalu banyak tertawa dan berteriak-teriak. Tapi tetap, telingaku yang banyak bekerja sejak siang tadi. Mendengarkan cerita ini, cerita itu, tentang dia, tentang dia yang lain, semuanya. Kamu tahu, akhir-akhir ini aku lebih memilih menjadi seorang pendengar. Itu hal yang baik, bukan? Kamu masih ingat bagaimana aku yang dulu rajin sekali bercerita bagaimana keseharianku, apa yang kurasakan pada saat itu? Dan sekarang aku sangat amat menikmati peran menjadi seorang pendengar, dan berusaha menjadi telinga terbaik bagi semua orang. Hal yang bagus kan? Tapi, apa kamu tahu alasan mengapa aku memilih untuk tidak banyak bercerita? Karena tidak ada yang bisa kubicarakan selainmu. Irasional, bukan?

Selamat malam!

Selamat malam, irasional. Such a long time, ya? Beberapa hari yang lalu aku tidak ada kerjaan, jadi melihat-lihat isi hardisk dari laptop putihku. And i found you. Selama ini, sejauh ini, aku sudah melupakan. Lebih tepatnya banyak sekali hal-hal yang butuh diperhatikan dibandingkan kamu. I even forget how and why i like you that much. Funny isn't it? Tapi, setelah lihat-lihat hardisk itu aku jadi ingat semuanya. Bagaimana sulitnya aku melawan diriku sendiri. Ketidak-stabilan emosi dan moodku yang hancur-hancuran. I don't even want to remember it again, and that was one of the reason why aku menghapus postingan-postingan di tahun itu. Aku tidak ingin mengingatmu sebagai sesuatu yang 'buruk' di hidupku. Ya memang kamu tidak seperti itu. Di tahun ini aku bertekad pada diriku sendiri untuk think positive, termasuk juga mengubah mindsetku pada masa laluku sendiri. I'll take that as a lesson. Terimakasih juga pada kamu, yang ikut andil. Anggap saja yang kemarin jadi pelaj...

Early-20 dan kebingungannya.

Selamat pagi! Sedang dengerin Michael Buble sambil ngetik ini. Tiba-tiba ingin memberikan update tentang kehidupan. Well, one of my friend suddenly said she don't know what to do in life, what her passion, and what she should pursue in life. Me too. Sejauh aku hidup, aku benar-benar nggak punya goal apa yang harus kucapai di umur segini, harus punya ini itu, harus bisa ini itu. Nope. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa goals itu penting, supaya hidup ada arahnya, supaya semangat untuk hidup dan mengejar apa yang ingin dikejar. Well, for me, as long as i know what i love, i know what i want, it's enough. Sejujurnya aku nggak ingin membebani diriku sendiri dengan 'umur segini harus sudah begini, umur segini harus begitu'. Yaaa we never know what will happen, dan takutnya dengan pikiran kayak gitu malah menuntut diri sendiri, dan kalau ngga tercapai bisa gila sendiri. Nope nope nope. Let me tell you, sekalian aku ingin bookmarks di blog ini untuk kubaca di masa depan ...

The Art of Being Alone

Selamat sore:) akhir-akhir ini sedang merasa pingin sendirian terus. Padahal as a gemini harusnya aku social butterfly hehehe, ya biasanya juga begitu sih. Cuma belakangan ini nggak tau kenapa, it feels good to be alone. Nunggu jeda kelas 1-2 jam sendirian di gazebo atau mushola, diem aja hapean, di kelas juga kadang duduk di belakang temen-temen, sengaja menghindar dari obrolan. Sampai hari ini bener-bener berangkat zumba sendirian dan berakhir nulis ini. Aku dari dulu ngga pernah ya, yang kemana-mana sendiri, makan, jalan-jalan, ke sana ke sini. Tapi sumpah semakin tua semakin aku ngerasa butuh waktu untuk sendirian itu, padahal ya kalo sendirian nggak yang gimana2 ya diem aja, nonton video-video masak di instagram gitu aja. Ngobrol sama orang asing ya kalo dibutuhkan aja hehe. Tapi kenapa ya, sering gitu ada aja yang kaget pas tau aku mau nunggu kelas sendirian lah, atau mau ngapa-ngapain sendirian lah hehe. Padahal akunya oke-oke aja. Cenderung tidak peduli sama sekitarku lihat aku...

Nyaris.

Aku berakhir menulis tentangmu. Begini, mungkin bukan salah kita apabila hati tidak menentu, kadang menyatu kadang mengganggu. Bukan salah kita juga apabila kemarin menjelang, sekarang menjarang. Kita salahkan saja waktu, yang membuat kita tak pernah bertemu. Sejak awal mengenalmu, yang ada dalam otakku adalah ragu. Seorang lelaki, a gentleman i said, telah berani membuka percakapan dan mengingat hal kecil, kecil sekali, yang aku bahkan tidak tahu menahu. Seorang yang sederhana, dengan mata yang menyala, bercerita tentang apa saja yang ada, berusaha mengerti apa mau dan maksudku. Kita puji saja keadaan, yang telah membuat kita selalu sepadan. Cukup lama mengenalmu, yang ada dalam otakku tetap ragu. Seorang yang naif, mencoba mencari hal-hal menarik yang bisa dibagi. Seorang yang kusut, berusaha tertawa paling lebar dan melempar lelucon paling jenaka. Maafkan aku yang selalu ragu. Aku telah memaafkanmu yang juga ragu. Setidaknya kita sudah pernah tahu, tidak akan bisa mengejar kereta y...