Postingan

Objek baru

Selamat sore :) hari ketiga uas udah meronta2 minta refreshing. Stres sekali hahahahaha. Jadwal uas gak aturan masak iya sehari cuma sekali uas dari jam 9.30-11.30 terus harus nungguin pramuka jam 12.00-14.00 i'm gonna die. Terus minggu depan harus uas 3 mata pelajaran sehari. Terusno age terusnoooo-_- hiburan satu-satunya cuma ya sama eccitaso ato nggak main sims sampek punggung sakit-_-v Btw mau minta ijin ya ji, untuk menjadikan kamu objek dari semua karangan2ku. Kayak s dulu, nggak pernah terjadi, tapi setidaknya pernah terjadi di imajiku. Jadi kamu mau kan dijadiin objek karangan meskipun semua karanganku nantinya nggak pernah terjadi. Mau ya mau ya ya ya ya yaaaa :3
Aku memperhatikan lekuk-lekuk batik sekolah yang kupakai. Indah namun detailnya membingungkan. Mungkin aku bisa mengibaratkan alur hidupku dengan batik ini. Alurku indah, tetapi butuh waktu lama untuk mengikutinya hingga mencapai indah yang benar-benar indah. Dulu aku sempat mengikuti alurku menerima semua kesulitan dan menjamahnya dengan susah payah. Dan yang kudapat adalah alur yang indah. Yang rasanya ingin kuhentikan saat itu saja alurku. Tetapi alur pun tetap harus selalu berjalan. Maka, sekarang, alur itu sedang menerima cobaan lagi, lebih susah karena Tuhan tahu aku sudah lebih dewasa untuk menghadapinya. Hanya aku tidak tahu sampai kapan aku dapat menguraikan alur ini sampai kembali ke alur yang indah?
Apakah menyenangkan melihatku hanya mampu menangis? Apakah membuatmu gembira melihatku semakin terpuruk? Apakah hobi barumu memamerkan hubunganmu dengan yang baru? Apakah semudah itu melupakanku? Apakah semua yang telah kita lakukan bersama tidak ada maknanya untukmu? Apakah satu tahun dua bulan belum cukup memberi tahumu bahwa aku menyayangimu? Apakah aku sehina itu sehingga dengan mudah kamu buang? Apakah aku setidak menarik itu sehingga dengan tanpa rasa bersalah kamu meninggalkanku? Apakah aku sejelek itu sehingga kamu sudah menemukan yang baru? Apakah rasa sayangku benar-benar tidak ada artinya bagimu?

I hv the right brother

Selamat sore :) i have the right and the best brother in the world! Barusan dia tau2 nge line padahal dia juarangggg nge line aku. Terus dia bilang kalo pas pertama kali pacaran terus diputusin dia juga nangis2 kepiyer2 kek aku sekarang. Kata dia, dia itu sama kayak aku, sekali sayang sama orang ya bakal sayang terus. Bedanya dia cowok, tinggal liat yg bagus dikit tinggal tembak. Lha aku? Terus aku disuruh take it easy aja, soalnya yaaaa emang mau gimana lagi. Mau maksain ya gamungkin bisa kan. Dia dulu juga nggandoli, dia gamau diputusin. Tapi ya gimana lagi, kan emang gabisa. Entahlah ya, aku terlalu mikirin semua masalahku, jujur aku gabisa take it easy. Dan justru itu yg bikin aku down, stres, terus sakit kek gini. Sebenernya alasanku gak masuk hari ini gamasuk akal. Soalnya jujur aku nggak sakit apa2, aku nggak pusing nggak panas nggak demam. Cuma ya emang lagi nggak enak aja. Nggak enak hati. Rasanya pengen tidur, bangun2 semuanya udah sesuai sama yang aku mau. Sumpek banget seri...
Kemarin malam aku berjalan sendiri, ke tempat dimana banyak cerita serta senyum kita terjatuh di sana. Aku masih mengingat betul jalannya serta semua yang berada di sana. Membayangkan jika semuanya berjalan mundur. Aku masih bersamamu, menyenangkan rasanya. Dapat kembali melihat senyummu yang tentu saja untukku, dapat merasa sayangmu yang juga untukku. Aku menginginkannya kembali. Hanya saja kamu sudah memutuskan untuk bertemu orang baru yang sama sekali tidak aku kenal dan tidak aku tahu. Membagi sayang serta senyummu yang dulu untukku kepadanya. Dan aku? Hanya diam membayangkan semua yang terjadi tidak pernah terjadi. Berfikir bahwa tujuku adalah kamu, berharap aku terjatuh lagi padamu. Bisakah kamu membuat diamku menjadi bahagia kembali? :'(

EccitasoHoyeah

Jadi di post kali ini aku gak mau galau aku mau cerita mengenai eccitaso cimit-cimit. Baru di depan mereka-mereka ini aku bisa jadi who am i. Apalagi di 3 hari kemarin. Terimaacih kalian-kalian yang mau ngurusi aku walaupun aku sukanya ngantuk rewel, laper rewel, capek rewel. Timaacih ya rek udah bikin aku ga sedih lagi bikin aku seneng lagi :3 mending takceritain satu-satu aja lah ya orang2nya 1. Adelince. Ininih biasanya aku ngeish dia(?) lince ini oenyoeh sekali. Temen sdku dulu pas kelas 3, lince suka dance, kreatif udah gitu orangnya tegas. 2. Gumi. Owyeah dulu sesmp sama aku tp dulu gakenal._.v kadang2 gumi menjadi neneng pe'ak yang lola gak paham2 tp aslinya asik banget diajak ngobrol 3. Bekaka. Ini dulu pas sd sebelahan sama aku pas UASBN. Pinter main gitar, drum, bass juga. Kadang2 mukanya bisa menjadi makhluk lain ahahahaha xD 4. Aku sendiri. Yagitu wes pokoke. 5. Arip cimits. Dulu pas smp udah sekelas 2 taun, habis ini sma sekelas 3 taun. Dia penghibur yg baik, kada...

Kamu

Hai, aku berbicara kepadamu. Aku sudah bukan siapa-siapamu, tetapi jujur saja, aku masih mengharapkanmu. Tidak peduli dengan perempuan barumu. Aku masih mengingat jelas suaramu berkata tidak mau kehilangan aku lagi. Aku masih ingat betul isi pesan singkatmu meminta kesempatan ketiga. Aku masih menerimamu sampai kesempatan keberapa kalipun. Masih teringat jelas semuanya, peluk dan bahu tegap yang kubuat bersandar. Tangan dengan jari-jari panjang yang ku genggam, sesekali kueratkan kala rindu merajalela. Aku juga masih ingat pinggang yang disana kulingkarkan lenganku, itupun karena paksaanmu, tetapi lama-lama aku menikmatinya. Apalagi? Mungkin punggung, tempatku melindungi kepalaku dari terpaan angin saat berada di boncengan. Aku juga masih ingat semuanya, cium, kecup semuanya. Aku ingat betul apa yang selalu kamu lakukan dan apa yang selalu aku lakukan saat bibir kita bertemu. Selalu. Sekali aku lupa kamu langsung memintanya. Aku tidak tahu. Mungkin kamu sudah lupa, sudah tidak ingin me...