Postingan

It's Comes to An End.

Selamat siang! Sedang tidak ada kerjaan karena tanggungan semester ini alhamdulillah sudah selesai. Tinggal tunggu hasilnya saja bismillah (update baru cek ternyata sudah keluar nilainya asyik). Akhirnya sampai juga di penghujung 2019, this year was soooooo fun! Mengalami turun, naik, turun lagi, naik lagi hahahaha. But that was fun. Awal tahun kemarin sudah berjanji ke diri sendiri untuk lebih live in the moment dan mensyukuri apa yang aku punya sekarang. And that was I do sepanjang tahun. Benar-benar, ya, tahun ini sama sekali nggak mudah, nggak mulus, geronjalan di mana-mana. But i try my best untuk bersyukur dengan geronjalan-geronjalan itu, setidaknya aku bisa tau hal-hal yang awalnya aku nggak tau. Well. Begitulah. Tahun ini belajar bahwa kuliah duduk denger penjelasan dosen di kelas itu lebih lebih lebih menyenangkan daripada semester tua. Asli. Walaupun dulu rasanya mau berangkat aja maaaaager sekali (ditambah otw setengah jam) tapi pusing juga ternyata berada di semester yang...

Kilometer

Dari kilometer entah berapa, di balik jendela yang basah ini, aku melihat setitik bulan di ujung sana. Langitnya gelap, hitam pekat, sehingga ia bersinar begitu terangnya walau hanya setitik yang bisa kita lihat. Di bawahnya berjajar-jajar pohon rimbun yang bergoyang diterpa angin. Di depanku aspal panjang seperti tidak berujung, masih jauh. Pikirku mengelana kemana-mana. Hiruk pikuk suasana di depan kos, suara lonceng stasiun yang terdengar jelas dari kamarku. Tempat-tempat ramai, taman, pusat perbelanjaan, jalanan yang padat. Desir udara malam dan asap mengepul beraroma makanan. Riuh rendah suara orang mengobrol, tertawa dan memekik gembira. Matahari sore yang menusuk di kulit dan harum kopi di tempatku merengek sekaligus menumpahkan air mataku padamu. Sudah berkilo-kilo jauhnya dari sini, tapi masih tergambar jelas di otakku. Irasional, bukan?

Permagangan dan Tetek Bengeknya

Selamat pagi:) sedang pagi-pagi kalem di rumah. Iya di rumah, sudah kembali ke kota yang bisa dipanggil rumah bagiku, Malang. Baru hari Minggu kemarin sampe di Malang lewat jalur darat, bermobil Jakarta-Malang, lumayan juga ternyata. Anyway kemarin-kemarin itu aku bikin tulisan di laptop ini, tapi kok ilang yaaaaaa mohon maaf, nih, lupa banget nyimpen di mana. Tapi harusnya ya kesimpen di sini-sini aja kan yak.....yasyudahlah kita tulis ulang saja. Tapi aku forget juga apa yang perlu kutulis ya.... Kita cerita dari mana ya perkara permagangan dulu kali, ya? Oke let's start . Sepertinya it's a normal thing ya untuk terlibat dalam drama-drama permagangan, dan begitu juga saya. Dari awal sudah target ke Garuda Indonesia, walaupun sempat coba ke kantor Garuda yang di Surabaya tapi ternyata mereka hanya nerima satu bulan magang, sedangkan target kami 2 bulan. Akhirnya daripada pindah-pindah kantor, harus ngurus di 2 kantor yang sepertinya administrasi blablablanya akan ruwet, yasu...

Postingan Menyangkut Tutorial Menjadi Anak Rantau

Selamat malam:) malam ini aku sedang di Cafe Bene, di Bintaro. Haaaaah Bintaro, jauh amat. And yes, sudah sebulan lebih dua minggu aku di Jakarta, teman-temanku yang masih membaca blog ini. Sejak kemarin, mbakku datang untuk liputan nonton konser, jadinya aku menemani tapi ngga punya tiket jadinya nunggu di mall, setelah muter-muter ga nemu tempat yang enak untuk buka laptop, Starbucks ramenya masyaAllah udah kutungguin 3 kali bolak-balik masih serame itu jadi yasudah bye. Kemudian sempet sejam di food court ngadep parkiran mall, relaxing my mind dengan melihat-lihat mobil parkir di bawah. Terus muter lagi, nemu Cafe Bene buka laptop ngerjain laporan yang ternyata beres setengah jam, bingung ngapain, terus yaudah posting saja kita. Hmm cerita apaya kita, dapet sebulan di Jakarta nih. Hmmm apa ya, mau cerita magang niatnya nanti aja di posting yang lain setelah udah selesai semua. . Yasudah kita cerita bagaimana rasanya hidup di Jakarta sebulan ini aja ya. Aku datang tanggal 26 Agustu...
Malam sudah gelap gulita saat aku sampai rumah hari ini. Semua sudah berada di tempat hangatnya masing-masing, kucingku pun. Energi sudah habis, terlalu banyak tertawa dan berteriak-teriak. Tapi tetap, telingaku yang banyak bekerja sejak siang tadi. Mendengarkan cerita ini, cerita itu, tentang dia, tentang dia yang lain, semuanya. Kamu tahu, akhir-akhir ini aku lebih memilih menjadi seorang pendengar. Itu hal yang baik, bukan? Kamu masih ingat bagaimana aku yang dulu rajin sekali bercerita bagaimana keseharianku, apa yang kurasakan pada saat itu? Dan sekarang aku sangat amat menikmati peran menjadi seorang pendengar, dan berusaha menjadi telinga terbaik bagi semua orang. Hal yang bagus kan? Tapi, apa kamu tahu alasan mengapa aku memilih untuk tidak banyak bercerita? Karena tidak ada yang bisa kubicarakan selainmu. Irasional, bukan?

Selamat malam!

Selamat malam, irasional. Such a long time, ya? Beberapa hari yang lalu aku tidak ada kerjaan, jadi melihat-lihat isi hardisk dari laptop putihku. And i found you. Selama ini, sejauh ini, aku sudah melupakan. Lebih tepatnya banyak sekali hal-hal yang butuh diperhatikan dibandingkan kamu. I even forget how and why i like you that much. Funny isn't it? Tapi, setelah lihat-lihat hardisk itu aku jadi ingat semuanya. Bagaimana sulitnya aku melawan diriku sendiri. Ketidak-stabilan emosi dan moodku yang hancur-hancuran. I don't even want to remember it again, and that was one of the reason why aku menghapus postingan-postingan di tahun itu. Aku tidak ingin mengingatmu sebagai sesuatu yang 'buruk' di hidupku. Ya memang kamu tidak seperti itu. Di tahun ini aku bertekad pada diriku sendiri untuk think positive, termasuk juga mengubah mindsetku pada masa laluku sendiri. I'll take that as a lesson. Terimakasih juga pada kamu, yang ikut andil. Anggap saja yang kemarin jadi pelaj...

Early-20 dan kebingungannya.

Selamat pagi! Sedang dengerin Michael Buble sambil ngetik ini. Tiba-tiba ingin memberikan update tentang kehidupan. Well, one of my friend suddenly said she don't know what to do in life, what her passion, and what she should pursue in life. Me too. Sejauh aku hidup, aku benar-benar nggak punya goal apa yang harus kucapai di umur segini, harus punya ini itu, harus bisa ini itu. Nope. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa goals itu penting, supaya hidup ada arahnya, supaya semangat untuk hidup dan mengejar apa yang ingin dikejar. Well, for me, as long as i know what i love, i know what i want, it's enough. Sejujurnya aku nggak ingin membebani diriku sendiri dengan 'umur segini harus sudah begini, umur segini harus begitu'. Yaaa we never know what will happen, dan takutnya dengan pikiran kayak gitu malah menuntut diri sendiri, dan kalau ngga tercapai bisa gila sendiri. Nope nope nope. Let me tell you, sekalian aku ingin bookmarks di blog ini untuk kubaca di masa depan ...